Alamat Kantor : Jl. Andi Mannappiang No. 70 - Kab. Bantaeng 92451 ( Website : http://bantaengkab.go.id )

Daerah

Rumah penerima BLSM ditempeli Stiker Miskin

Tim Publikasi 2014 | Rabu, 10 Juli 2013 - 13:08:01 WIB | dibaca: 315 pembaca

Bantaeng, 8/7 -2013 -   Untuk mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemberian dana Bantuan Langsung Sementara Masyaraat (BLSM), Pemda Kabupaten Bantaeng akan menempel stiker bertuliskan Penerima Bantuan Miskin pada masing-masing rumah penerima.

Selain dipasangi stiker, penerima juga wajib bertandatangan sebagai orang miskin. Rencana tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten yang berlangsung di ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin (8/7).
 
Rapat yang dipimpin Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah tersebut dihadiri Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Wakil Bupati  terpilih H Muhammad Yasin, Sekda Sudarni dan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta Kepala Desa dan Lurah.

Menurut Bupati, stiker yang akan ditempel di rumah penerima bantuan tersebut harus seragam dengan tulisan yang jelas sehingga orang yang tidak berhak akan merasa malu.

Para Kepala Desa, Lurah dan Camat melaporkan, adanya warga yang ngotot menerima dana BLSM, sementara kondisinya sudah tidak tergolong miskin. Bahkan ada warga yang sudah mau naik haji, namun masih menerima Kartu BLSM.

Karena itu, Bupati HM Nurdin Abdullah berharap, melalui pemasangan stiker tersebut, masyarakat yang sebenarnya sudah tidak pantas menerima dana bantuan akan merasa malu bila rumahnya ditempel stiker miskin dan bertandatangan sebagai orang miskin.

Camat Tompobulu Subhan juga berjanji akan melakukan pendekatan terhadap warga yang sudah tidak pantas menerima dana bantuan kompensasi BBM di wilayahnya, terutama yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Hingga berita ini dibuat belum ada data pasti tentang jumlah penerima BLSM di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel ini.

Khusus menghadapi Bulan Suci Ramadhan, Bupati Bantaeng berharap, Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Perindagtamben) melakukan operasi pasar (OP).

Hal itu perlu dilakukan untuk mencegah kemungkinan meroketnya harga-harga di pasaran. Khusus produk komoditi lokal seperti kol, kentang, bawang merah dan cabe, Nurdin Abdullah berharap dilakukan pengawasan tersendiri.
 
‘’Jangan sampai komoditi lokal tersebut mengalami kenaikan, sementara petani tidak menikmati. Kawal komoditi itu agar tidak terjadi gejolak dan petani bisa menikmati harga yang pantas,’’ pinta HM Nurdin Abdullah.

Jika terjadi kekurangan angkutan, Pemda kini menyiapkan 10 unit kendaraan roda empat yang siap diserahkan ke desa. Dengan kendaraan tersebut, bila harga di Makassar membaik, bisa digunakan untuk mengakut produksi petani ke kota,’’ tambahnya.(hms)